Istilah manajemen diartikan sama dengan istilah
administrasi atau pengelolaan, yaitu segala usaha bersama untuk mendayagunakan
sumber-sumber, baik personal maupun material, secara efektif dan efisien guna
menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah secara optimal. Berbasis
adalah Dasar atau
asas. Lalu sekolah adalah Lembaga
untuk belajar dan mengajar serta tempat memberi dan menerima
pelajaran
Jadi, MBS adalah model
pengelolaaan sekolah dengan memberkan kewenangan yang lebih besar pada tingkat
sekolah untuk mengelola sekolahnya sendiri secara langsung.
Manfaat MBS yaitu :
1.Memungkinkan orang-orang yang kompeten di sekolah untuk mengambil
keputusan yang akan meningkatkan pembelajaran.
2.Memberi peluang bagi seluruh anggota sekolah untuk terlibat dalam
pengambilan keputusan penting.
3.Mendorong munculnya kreativitas dalam merancang bangun program
pembelajaran.
4.Mengarahkan kembali sumber daya yang tersedia untuk mendukung tujuan yang
dikembangkan di setiap sekolah.
5.Menghasilkan rencana anggaran yang lebih realistik ketika orang tua dan
guru makin menyadari keadaan keuangan sekolah, batasan pengeluaran, dan biaya
program-program sekolah.
6.Meningkatkan motivasi guru dan mengembangkan kepemimpinan baru di semua
level.
Tujuan MBS yaitu Meningkatkan efisiensi pendidikan, Meningkatkan mutu
pendidikan dan Pemerataan pendidikan.
Syarat untuk menerapkan MBS :
1.MBS
harus mendapat dukungan staf sekolah.
2.MBS
lebih mungkin berhasil jika diterapkan secara bertahap. Kemungkinan diperlukan
lima tahun atau lebih untuk menerapkan MBS secara berhasil.
3.Staf
sekolah dan kantor dinas harus memperoleh pelatihan penerapannya, pada saat
yang sama juga harus belajar menyesuaikan diri dengan peran dan saluran
komunikasi yang baru.
4.Harus
disediakan dukungan anggaran untuk pelatihan dan penyediaan waktu bagi staf
untuk bertemu secara teratur.
5.Pemerintah
pusat dan daerah harus mendelegasikan wewenang kepada kepala sekolah, dan
kepala sekolah selanjutnya berbagi kewenangan ini dengan para guru dan orang tua
murid.
Penerapan
MBS dalam sistem yang pemerintahan yang masih cenderung
terpusat, penerapan MBS akan sangat sulit jika para pejabat pusat dan
daerah masih bertahan untuk menggenggam sendiri kewenangan yang seharusnya
didelegasikan ke sekolah.
PENGARUH
MBS TERHADAP DINAS PENDIDIKAN DAERAH
1. Pemerintah pusat dan daerah harus lebih rela untuk memberi
kesempatan bagi setiap sekolah yang telah siap untuk menerapkannya secara
kreatif dan inovatif.
2. Pemerintah harus mampu memberikan
bantuan
3. Pemerintah daerah juga masih
bertanggung jawab untuk menilai sekolah berdasarkan standar yang telah
ditetapkan.
Peranan
Dewan manajemen sekolah, Setiap sekolah menentukan sendiri pengeluaran
anggaran
yang dialokasikan kepada mereka untuk pembayaran gaji pegawai,
peralatan,
pasok, dan pemeliharaan. Serta mendorong adanya perencanaan jangka
panjang
dan efisiensi.
Peran
Guru dalam Manajemen Kelas
(1) guru sebagai pengajar,
(2) pemimpin kelas,
(3) pembimbing,
(4) pengelola kelas,
(5) partisipan,
(6) perencana,
(7) supervisor,
(8) motivator,
(9) konselor, dan
(10) evaluator.
Hambatan
MBS :
1)Tidak berminat untuk terlibat
2)Tidak efisien
3)Pikiran kelompok
4)Memerlukan pelatihan
5)Kebingunangan atas peran dan
tangung jawab
6) Kesulitan koordianasi
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL
NOMOR 19 TAHUN 2007
Terdiri dari beberapa sub pokok :
A.Perencanaan Program
B.Pelaksanaan Rencana Kerja
C.Pengawasan dan Evaluasi
D.Kepemimpinan Sekolah atau
Madrasah
E.Sistem Informasi Manajemen
F.Penilaian Khusus


0 komentar:
Posting Komentar